Berbanggalah Kita, Karena di 5 Negara Ini SIM Sulit Didapat
Dalam hal pengurusan SIM bisa dibilang di negara Indonesia memang sangat mudah. Miris sebenarnya. Banyak oknum – oknum yang memudahkan proses pembuatan SIM, terlebih oknum itu merupakan petugas atau orang dalam.Sejatinya SIM itu dibuat setelah kita melakukan serangkaian tes, dan dinyatakan lulus, barulah kita mendapatkan SIM. Karena mudahnya proses pembuatan SIM, jumlah pengendara semakin membludak, peluang kecelakaan semakin terbuka.
Beda Indonesia beda juga negara – negara di belahan dunia lainnya. Banyak di negara maju, membuat SIM merupakan hal yang langka. Yuk kita lihat negara – negara apa saja :
1. FINLANDIA
Finlandia adalah negara dengan peraturan mengemudi terketat di dunia. Setiap orang harus benar – benar pandai mengemudi untuk mendapatkan SIM. Disana banyak kursus – kursus mengemudi yang laku keras. Yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, selain itu juga agar mereka dapat merawat kendaraan, serta cara mengemudi di jalanan yang licin. Baru mereka bisa mendapatkan SIM.
Ada dua rangkaian tes yang harus dijalankan, yaitu tes pada musim panas dan tes pada musim dingin. Dengan persyaratan yang sangat ketat ini, calon pengemudi juga diwajibkan lolos 20 teori pelajaran dan 30 jam praktek dilapangan. Tak heran biaya pembuatan SIM di negara ini sangat tinggi.
2. KANADA
Orang – orang di Kanada mungkin harus mengikuti kursus – kursus mengemudi kalau ingin mendapatkan SIM khususnya di Quebec dan Montreal. Dua kota inilah tingkat kegagalan tes pembuatan SIM paling tinggi dibanding dengan kota – kota lainnya di Kanada. Hal tersebut membuat kota yang dijuluki kota tersibuk ini menjadi tempat yang sangat menantang untuk bisa mendapatkan SIM
3. GERMANY
Sama dengan Finlandia, di Germany calon pengemudi harus mengikuti kursus mengemudi formal dan harus lulus tes teori untuk mendapatkan SIM. Sangat sulit di negara ini untuk mendapatkan SIM, terbukti bahwa dari sejumlah peserta tes, mungkin hanya sepertiga saja yang lulus pada tes tertulis pertama.
Di Jerman, jalan sempti dan jalan prioritas, itu harus mendahulukan mobil yang yang hendak keluar dari jalan yang lebih sempit. Beda dengan negar – negara kebanyakan, yang lebih mendahulukan mobil yang masuk.
Kabar gembiranya, setalah lulus dari serangkaian tes, pemilik SIM bebsa untuk memacu kendaraannya tanpas ada batasan di jalan tol.
4. SINGAPORE
Di negara Singpore ujian tes pembuatan SIM bisa dibilang kecil sekitar 60 persen, itupun bagi yang sudah mengikuti kursus – kursus formal, dan bagi yang tidak mengikuti kursus mengemudi jumlah kelulusannya hanya sekitar 30 persenan saja. Kursus mengemudi membantu mereka dalam memudahkan pembuatan SIM, jam terbang mereka juga bisa menjadi perhitungan.
Namun proses pembuatan SIM itu sendiri sepertinya sengaja dipersulit, karena memang pemerintah di sana ingin menekan jumlah kendaraan di jalan.
5. AFRIKA SELATAN
Ada berbagai macam hal yang bisa membuktikan bahwa tes untuk mendapatkan SIM di Afrika Selatan dipersulit. Saat menjalani tes mengemudi K53 di Afrika Selatan (yang tidak berlaku di daerah-daerah lain di dunia), calon pengemudi dapat kehilangan poin jika tidak memeriksa kebocoran di bawah mobil dan tidak mengaitkan rem tangan tanpa suara. Bahkan jika mobil mundur kembali kurang dari satu inci, kandidat secara otomatis akan gagal.
Sign up here with your email






ConversionConversion EmoticonEmoticon